Indramayu, KlikOne – Sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Indramayu mendorong Kejaksaan Tinggi (Kejati) untuk segera menuntaskan kasus dugaan penyimpangan BPR KR yang telah berjalan sejak 2013.
Dalam diskusi publik yang digelar oleh mahasiswa tersebut, para aktivis menyoroti proses hukum yang dinilai belum tuntas. Mereka menyebut masih ada sejumlah koordinator yang belum ditetapkan sebagai tersangka.
Meskipun nilai total kasus mencapai Rp230 miliar, sehingga mereka menilai kasus ini perlu diusut secara menyeluru hingga ke akar akarnya.
Mahasiswa juga menyoroti nasabah BPR-KR yang hingga kini belum menerima hak pelunasan tabungan mereka.
“Setahu kami baru beberapa orang saja yang dibayarkan, itu pun yang dekat dengan aparat,” ujar Ketua BEM Unwir Muhammad Taqwa Satria Ramadhan, Sabtu 15 November 2025.
BEM Indramayu berharap Kejati dapat menyelesaikan kasus ini secara tuntas dan transparan, serta memastikan seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum.
Selain itu, mereka meminta agar nasabah yang menjadi korban segera mendapatkan haknya.
Sementara itu, Syahril Nurhadan Presma ITPB mengatakan sejumlah aktivis menilai praktik korupsi yang terus berulang menyebabkan kerugian besar bagi negara serta menghambat pembangunan di daerah.
“Dengan banyaknya kasus korupsi, ini bisa mengakibatkan kerugian signifikan bagi negara, terutama di wilayah Indramayu,” ujar Syahril.
Ia menuturkan, Indramayu selama ini masih tergolong sebagai daerah yang tertinggal di Jawa Barat. Kondisi tersebut dinilai makin diperparah dengan berbagai kasus korupsi yang melibatkan pejabat daerah.
“Indramayu sudah tertinggal, baik di tingkat Jawa Barat maupun nasional. Adanya korupsi-korupsi ini menjadi beban tambahan. Kita sudah tertinggal, lalu dalam kondisi seperti ini, mau maju seperti apa,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat memperkuat komitmen dalam memberantas praktik korupsi sehingga Indramayu bisa bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Keinginan kita sederhana, kita ingin Indramayu bersih dari korupsi,” ujarnya.











