Indramayu, KlikOne – Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengajak generasi muda meneladani perjuangan para transmigran, sebagai patriot bangsa yang berjasa membuka peradaban baru di berbagai wilayah Indonesia.
“Sekarang kami menyebut mereka patriot bangsa, karena mereka menjaga tanah dan air di wilayah yang sepi hingga memiliki kehidupan baru,” kata Wamentrans di Makam Pionir Transmigrasi Sukra Indramayu, Jawa Barat, Rabu.
Atas dasar tersebut, ia hadir secara langsung di Indramayu untuk melaksanakan tabur bunga sekaligus mengenang 67 calon transmigran yang gugur akibat kecelakaan, sebelum diberangkatkan ke Lampung dan Lubuklinggau.
Kegiatan tersebut, kata Viva, dilaksanakan dalam rangka Hari Bhakti Transmigrasi ke-75 yang diperingati setiap 12 Desember serta bertepatan dengan momentum pengiriman transmigran pertama pada 1950 di masa pemerintahan Presiden RI Soekarno.
Ia menjelaskan pada masa lalu para transmigran memiliki peran penting dalam membuka wilayah baru melalui pembukaan jalan dan lahan.
Para transmigran, kata dia, telah menjaga tanah dan air di wilayah yang sepi sehingga saat ini muncul aktivitas ekonomi dan sosial.
Menurut dia, proses transmigrasi turut mempererat rasa kebangsaan karena terjadi akulturasi budaya dan asimilasi, termasuk melalui pernikahan adat antardaerah.
“Sehingga itu menyatukan bangsa Indonesia melalui program transmigrasi,” katanya.
Viva menyampaikan nilai perjuangan yang ingin diwariskan kepada generasi muda, yakni bahwa hidup adalah pilihan, sebagaimana pilihan para transmigran yang meninggalkan kampung halaman untuk berjuang di wilayah baru.
Ia mengungkapkan saat ini generasi kedua dan ketiga transmigran telah merasakan manfaat dari program tersebut, yang sejak awal ditujukan untuk memerangi kemiskinan dan mengubah kehidupan menjadi lebih sejahtera.
Peningkatan kesejahteraan tersebut, lanjut Viva, secara otomatis dapat mempercepat peningkatan sumber daya manusia di kawasan transmigrasi.
“Jadi program transmigrasi dengan pembinaan penduduk bukan sekedar memindahkan orang, tetapi lebih kita orientasikan untuk pengembangan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Terkait komitmen pemerintah, ia memastikan Kementerian Transmigrasi (Kementrans) terus melakukan pendampingan kepada warga transmigrasi melalui pemberian jaminan hidup serta catu pangan.
“Selama lima tahun memonitor, merawat agar masyarakat trans itu bisa mandiri, bisa mengembangkan ekonominya dan bisa meningkat pendapatannya,” ucap dia.











