Lahir dari Keluarga Petani, Carkaya Jadi Opsi Segar Ketua KONI Indramayu

Indramayu KlikOne – Tak banyak yang menyangka, seorang anak petani dari Desa Tunggul Payung, Kecamatan Lelea, kini namanya diperbincangkan dalam bursa calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu. Carkaya, sosok yang tumbuh dari lumpur sawah dan kerasnya kehidupan desa, kini berdiri sejajar dengan figur-figur dari kalangan pengusaha dan politisi.

Carkaya lahir dan besar dari keluarga petani sederhana. Sejak kecil, ia akrab dengan kerja keras, disiplin, dan nilai kebersamaan prinsip yang kelak membentuk cara pandangnya dalam mengabdi.

Dunia olahraga bukan sekadar ruang prestise baginya, melainkan medan pengabdian yang dijalani bertahun-tahun, jauh sebelum namanya mencuat di ruang publik.

Berbeda dengan kandidat lain yang datang membawa jejaring bisnis atau kekuatan politik, Carkaya hadir dengan cerita lapangan. Ia dikenal aktif mendampingi atlet, terlibat langsung dalam pembinaan cabang olahraga, hingga turun tangan dalam penyelenggaraan berbagai event olahraga daerah. Banyak atlet mengenalnya bukan sebagai pejabat, melainkan sebagai kawan seperjuangan.

“Dia selalu ada di lapangan, bukan hanya saat seremoni,” ujar salah satu pelaku olahraga di Indramayu.

Bagi banyak pihak, kehadiran Carkaya merepresentasikan suara yang selama ini jarang terdengar, suara atlet dan insan olahraga akar rumput.

Keberanian juga menjadi ciri yang melekat pada dirinya. Dalam berbagai kesempatan, Carkaya tak ragu menyuarakan kepentingan masyarakat dan atlet, bahkan ketika harus berhadapan dengan arus besar. Sikap tersebut dinilai sebagai modal penting untuk memimpin organisasi olahraga yang membutuhkan independensi dan keberpihakan pada prestasi.

Di tengah munculnya nama Yogi Kurniawan dari kalangan pengusaha dan Sri Budi Harjo dari latar belakang politik, kehadiran Carkaya memberi pilihan lain bagi masa depan KONI Indramayu. Pilihan yang tidak bertumpu pada kekuatan modal atau kekuasaan, melainkan pada pengalaman, keberanian, dan pengabdian.

“Ini bukan sekadar soal siapa yang paling kuat jaringannya, tapi siapa yang paling memahami denyut nadi olahraga daerah,” ungkap seorang penggiat olahraga.

Kini, harapan itu menguat. Dari sawah di Tunggul Payung hingga arena olahraga Indramayu, perjalanan Carkaya menjadi simbol bahwa kepemimpinan bisa lahir dari mana saja. Bahwa anak petani pun berhak bermimpi, dan bahkan memimpin, selama ia berjalan bersama komitmen dan keberanian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *