Indramayu, KlikOne – Kabupaten Indramayu diproyeksikan menjadi sentra pembibitan kedelai nasional seiring ketersediaan lahan yang luas serta dorongan program pemerintah menuju swasembada kedelai dalam dua tahun ke depan.
Hal tersebut disampaikan peneliti bioteknologi dari Institut Pertanian Bogor, Ali Zum Mashar, saat melakukan tanam perdana kedelai bersama petani di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Minggu (26/4/2026).
Menurut Ali, kondisi unsur hara tanah di Indramayu dinilai sangat mendukung untuk budidaya kedelai. Potensi tersebut dinilai strategis mengingat selama ini Indonesia masih bergantung pada impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional.

“Selama lebih dari 20 tahun kami melakukan penelitian kedelai, hasilnya sangat memuaskan. Di Lampung, satu hektare lahan mampu menghasilkan hingga 4 ton kedelai. Di Indramayu ini potensinya bisa lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila pengelolaan dilakukan secara serius dan berkelanjutan, Indonesia diyakini mampu mencapai swasembada kedelai sebagaimana instruksi Prabowo Subianto. Saat ini, kebutuhan kedelai nasional masih dipenuhi melalui impor dari Amerika Serikat dan Meksiko.
Dalam kegiatan tersebut, Ali didampingi sejumlah ahli di bidang bisnis pertanian, perwakilan Sanghyang Sri, serta utusan dari Seskab Kol Laut (P) Ali Eka Susanto.
Sementara itu, pengusaha muda H Mulyadi mengungkapkan bahwa program penanaman kedelai akan dikembangkan di lahan seluas 200 hektare. Pada tahap awal, pihaknya telah menyiapkan 20 hektare lahan siap tanam.
Menurut Mulyadi, kebutuhan kedelai di dalam negeri sangat tinggi. Sebagai contoh, di wilayah Sumedang, kebutuhan harian kedelai mencapai sekitar 40 ton untuk memenuhi produksi tahu dan berbagai olahan lainnya.
“Kita ditantang untuk berswasembada kedelai oleh Presiden. Karena itu, kami siapkan semuanya mulai dari lahan, bibit, pupuk hingga petani. Bahkan hasil panennya pun siap kami serap,” kata Mulyadi.
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis komoditas kedelai.











