Berita  

Ribuan Petani Tambak Demo di Pendopo Indramayu, Bawa Biawak sebagai Simbol Kritik Birokrasi

Indramayu, KlikOne – Aksi unjuk rasa ribuan petani tambak yang berlangsung di depan Pendopo Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (30/4/2026), menyita perhatian publik. Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) melakukan aksi dengan cara tak biasa, yakni membawa tiga ekor biawak berukuran besar sebagai simbol kritik terhadap lingkungan birokrasi di lingkaran pendopo.

Demonstrasi ini merupakan aksi jilid kedua sebagai bentuk penolakan terhadap proyek revitalisasi tambak di kawasan Pantai Utara (Pantura) yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Dalam aksinya, para peserta juga menggelar istigasah sebagai bentuk doa bersama, memohon perlindungan dan keadilan bagi masyarakat pesisir yang terdampak. Selain itu, mereka turut menandatangani petisi sebagai bentuk penolakan terhadap proyek tersebut.

Koordinator Umum KOMPI, Hatta, menegaskan bahwa tuntutan massa tidak berubah, yakni mendesak pemerintah untuk membatalkan proyek revitalisasi tambak di wilayah Indramayu.

“Tuntutan demo kita masih tetap seperti dahulu, batalkan revitalisasi tambak Pantura di wilayah Kabupaten Indramayu. Tidak ada kata lain kecuali batalkan. Kami masyarakat tambak menolak revitalisasi tambak di wilayah Pantura Indramayu,” tegas Hatta.

Ia menjelaskan, penolakan tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran masyarakat akan hilangnya mata pencaharian jika proyek tetap dilaksanakan. Menurutnya, ratusan ribu warga pesisir berpotensi terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.

“Karena itu jelas-jelas akan merugikan kami, akan menghilangkan ruang hidup kami, khususnya masyarakat pesisir Indramayu yang jumlahnya ratusan ribu orang kalau itu terdampak,” ujarnya.

Aksi membawa biawak dalam demonstrasi ini disebut sebagai simbol sindiran terhadap pemerintah daerah. Hatta menyebut, simbol tersebut ditujukan sebagai pengingat bagi Bupati Indramayu agar waspada terhadap lingkungan di sekitarnya.

“Itu sebagai bentuk apresiasi sekaligus simbol kepada Bupati sebagai pengingat bahwa hati-hati di lingkaran pendopo itu banyak sekali penjilat. Biawak itu lidahnya panjang, kami contohkan seperti orang yang menjilat untuk kepentingan golongan dan kelompoknya masing-masing,” ungkapnya.

Dalam aksi tersebut, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, tidak menemui massa secara langsung. Namun, perwakilan pemerintah daerah tetap menerima aspirasi para demonstran melalui aparat yang bertugas di lokasi.

“Tadi tidak, dan kami juga tidak berharap harus ditemui Bupati. Yang penting aspirasi kita tersalurkan,” kata Hatta.

Meski demikian, pihaknya berharap Bupati dapat berpihak kepada masyarakat pesisir dan berani mengambil sikap tegas terkait polemik revitalisasi tambak.

“Harapan kita Bupati tetap ada di belakang kita, pasang badan buat rakyatnya, jangan takut dipenjara, kami ada di belakang Bupati,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *