Berita  

Wamen Desa PDT Tantang Petani Melon Indramayu Buat Modul untuk Tingkatkan Daya Saing Budidaya Melon Sekala Nasional

JAKARTA – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria mengajak agar para petani atau pembudidaya tanaman melon dapat membuat kerangka modul sehingga dapat membantu masyarakat untuk memulai wirausaha tani khusunya budidaya melon.

Menurutnya, modul budidaya melon untuk mendukung ekosistem ketahanan pangan terutama di desa, sangat penting. Terlebih dengan dukungan teknologi informasi digital yang saat ini tengah bertumbuh pesat dapat membantu transformasi teknologi pertanian lebih cepat dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Ia juga meminta agar para petani melon yang tergabung dalam Asosiasi Petani Melon Indramayu (APEMI) tak usah risau dengan skema permodalan. Pasalnya pemerintah saat ini menggulirkan berbagai skema dukungan, mulai dari hibah benih gratis hingga bantuan permodalan berbunga ringan. Program ini terbuka mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga komoditas perkebunan lainnya.

“Coba tolong dibuatkan modul, berapa nilai investasi setiap lima ratus meter persegi. Cari pribadi-pribadi, cari koperasi, perbankan-perbankan, kita bisa bantu itu. Jadi kalau modal jangan dijadikan masalah lah” jelas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu saat menerima audiensi APEMI, di ruang kerjanya, Kemendes PDT, Jakarta Selatan, Senin (18/05/2026).

Wamendes PDT Ahmad Riza Patria, juga menegaskan, penting memiliki area budidaya di tingkat kecamatan, untuk menjadi lumbung penyangga yang memastikan pasokan varietas buah, dalam hal ini melon, agar selalu tersedia secara stabil.

Hal ini sekaligus akan menjadi solusi terbaik untuk memangkas rantai pasok yang begitu panjang, sehingga warga mendapatkan bahan pangan yang jauh lebih segar dan dengan harga sangat terjangkau.”Kalau memang belum bisa perdesa, apakah perkecamatan dulu begitu. Misal dari tiga puluh empat kecamatan di Indramayu itu bisa gak, punya satu titik yang fokus pada budidaya melon itu,” papar mantan Anggota DPR RI itu.

“Sehingga ke depan nanti setiap kabupaten kita ingin agar punya juga, supaya nanti bisa mencukupi kebutuhan pasar lokal, misalnya,” pungkasnya.

Modul budidaya melon disajikan kepada masyarakat, khususnya para petani yang sedang maupun yang akan menekuni usaha budidaya buah melon mendapat pengetahuan yang memadai, sehingga dapat menjalani usahanya dengan efisien, efektif dan layak secara keekonomian atau bisnis.

Menanggapi tantangan Wamendes PDT Ahmad Riza Patria, ketua Asosiasi Petani Melon Indramayu (APEMI) Ryan Rudyana “Apemi siap berkolaborasi dengan Kemendesa PDT untuk membuat perencanaan Program Nasional disertai modul teknis budidaya dan perhitungan biaya investasi melon hidroponik yang bisa di replikasi di setiap kecmatan bahkan di desa-desa di indonesia hingga menembus pasar internasional” tegas alumni Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jendral Soedirman tersebut.

Senada dengan ketua APEMI, Asep Rummi selaku pengawas APEMI menyampaikan “Ada dua hal yang mahal dalam kehidupan ini yaitu; waktu dan kesempatan, keduanya telah diberikan oleh Kemendes PDT ke APEMI, tentu kami (APEMI) tidak akan menyaia nyiakannya. Akan kami suguhkan modul yang terbaik untuk membantu mewujudkan visi Asacita enam Presiden Prabowo Subianto yakni; Membangun dari Desa dan sebagai subangsih anak bangsa untuk kesejahtraan bangsanya sendiri”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *